Kamis, 15 Juni 2023

Musyawarah Besar XXI HMJ-TLM PKM: Bersama Bersinergi menuju Kehidupan Berlembaga yang Penuh Loyalitas dan Tanggung Jawab


Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar (HMJ-TLM PKM) Periode 2022-2023 telah mengadakan Musyawarah Besar (MUBES) XXI pada tanggal 12 Mei hingga 29 Mei 2023 di Aula Kampus Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan guna mengevaluasi laporan pertanggung jawaban pengurus sebelumnya sehingga menjadi bahan pembelajaran bagi pengurus selanjutnya. Selain itu kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membahas mengenai AD/ART dan GBHO sekaligus memilih, menetapkan dan mengesahkan Ketua Himpunan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar Periode 2023-2024.

Tema pada kegiatan ini adalah "Bersama Bersinergi untuk Mencapai Kehidupan Berlembaga yang Loyalitas dan Bertanggung Jawab" yang memiliki makna tentang pentingnya kerjasama dan sinergi dalam mencapai kehidupan yang terstruktur, berkelanjutan, dan penuh tanggung jawab di dalam sebuah kelembagaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus dan Kader HMJ-TLM PKM, Birokrasi Kampus Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar, delegasi kelas jurusan TLM PKM, Perwakilan BEM PKM dan BPM PKM, Dewan Pertimbangan Organisasi dan Demisioner HMJ-TLM PKM, serta tamu undangan lainnya.

Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar diharapkan mampu membawa harapan bagi esok yang makin gemilang. Melahirkan manusia berintelektual yang patut di acungi jempol, pandai secara akademik maupun mampu berinteraksi dengan lingkungan nyata di kemudian hari. 

Selasa, 01 November 2022

Imunoserologi

IMUNOSEROLOGI

Imunoserologi adalah pemeriksaan yang berfokus pada proses identifikasi antibodi. Tidak hanya antibodi, nyatanya penyakit yang berhubungan dengan masalah kesehatan akibat penyakit autoimun pun menjadi salah satu yang menjadi fokus pada tes imunoserologi. Penyakit autoimun merupakan jenis kondisi dimana sistem daya tahan tubuh dapat berubah dan akan melawan jaringan tubuh kamu yang sehat.

Penyakit yang terdeteksi dengan melakukan tes imunoserologi

1.      Penyakit Menular Seksual penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan intim, baik secara vaginal, anal (melalui dubur), atau oral (melalui mulut). Penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah atau berbagi pakai jarum suntik dengan penderita. Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. macam-macam penyakit menular seksual:

~ Sifilis

~ Gonore

~ Human papillomavirus (HPV)

~ human immunodeficiency virus (HIV)

~ Chlamydia

~ Trikomoniasis

~ Hepatitis B dan C

~ Herper genital

~ Lymphogranuloma venereum (LGV)

~ Granuloma inguinale

2.      Penyakit Rematik

Rematik atau rheumatoid arthritisadalah penyakit yang ditandai dengan nyeri dan peradangan pada sendi. Kondisi in merupakan penyakit autoimun, yakni kondisi ketika sistem imun pada tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri.

Macam-macam penyakit rematik.

~ Rheumatoid Arthritis

~ Sindrom Sjogren

~ Ankylosing Spondylitis

~ Lupus

~ Artritis Psoriasis

3.      Penyakit Torch

TORCHS, adalah singkatan dari beberapa nama penyakit infeksi, yaitu Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex virus, dan Sifilis.

penyakit-penyakit yang tergolong ke dalam TORCH:

~ Toksoplasmosis

~ Rubella

~ Cytomegalovirus (CMV)

~ Herpes simplex virus (HSV)

~ Sifilis

Gejala-gejala penyakit infeksi yang tergolong ke dalam TORCH, seperti:

·         Berat dan panjang badan yang lebih kecil dari bayi seusianya

·         Katarak

·         Trombositopenia

·         Kejang

·         Kelainan jantung

·         Tuli

·         Pembesaran hati dan limpa

·         Sakit kuning (jaundice)

·         Keterlambatan pertumbuha

4.      Penyakit Hepatiti

Hepatitis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada organ hati. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi virus, kebiasaan minum alkohol, paparan zat beracun atau obat-obatan tertentu.

Gejala Hepatitis

·         Mengalami gejala seperti flu, mual, muntah, demam, dan lemas.

·         Feses berwarna pucat.

·         Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan.

·         Nyeri di bagian perut.

·         Turun berat badan.

·         Urine menjadi gelap seperti teh.

·         Kehilangan nafsu makan.

Pencegahan Hepatitis

·         Melakukan vaksinasi. Sekarang ini sudah ada vaksin yang bisa mencegah hepatitis A dan B, tapi belum ada vaksin untuk hepatitis C.

·         Mengurangi konsumsi alkohol.

·         Menjaga kebersihan sumber air.

·         Mencuci bahan makanan yang dikonsumsi, terutama kerang dan tiram, sayuran, serta buah-buahan.

·         Tidak berbagi pakai sikat gigi, pisau cukur, atau jarum suntik dengan orang lain.

·         Tidak menyentuh darah tanpa sarung tangan pelindung.

·         Melakukan hubungan seksual yang aman. Misalnya, menggunakan kondom atau tidak berganti-ganti pasangan (setia pada satu pasangan).

 

 

https://www.alodokter.com/pemeriksaan-torch-ini-yang-harus-anda-ketahui

https://www.halodoc.com/kesehatan/hepatitis

https://www.halodoc.com/artikel/kenali-perbedaan-serologi-dan-imunoserologi

https://www.alodokter.com/penyakit-menular-seksual-pms

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1635/rematik

  

🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?🤗😎

Stay tune terus yah di  akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨

➖➖➖➖➖➖➖➖

📸instagram : @hmjtlmpkm

👥Facebook : HMJ TLM PKM

📽Youtube : HMJ TLM PKM

📱Tiktok : HMJ TLM PKM

📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com

SITOHISTOTEKNOLOGI

 SITOHISTOTEKNOLOGI

Sitohistoteknologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang preparasi sel-sel dan jaringan tubuh sampai menjadi sediaan mikroskopis yang digunakan untuk mendiagnosa adanya kelainan-kelainan dalam tubuh.Diagnosa histopatologi, sampai saat ini masih merupakan kunci dalam diagnosa sebagian besar penyakit. 

Diagnosa penyakit secara histologi dan sitologi dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Untuk mendapatkan sediaan mikroskopis diperlukan metode pewarnaan tertentu. Ada beberapa teknik pewarnaan yang dilakukan di laboratorium Sitohistoteknologi, antara lain: pewarnaan Hematoksilin Eosin, pewarnaan Papanicolaou, pewarnaan khusus imunohistokimia, dll. Laboratorium ini memiliki kekhasan dibandingkan laboratorium kesehatan lainnya. Hal ini terlihat dari instrumen dan reagen yang berbeda dan spesifik.

=> Pemeriksaan Sitohistoknologi

1.                  Pemeriksaan Patologi Anatomi

Patologi Anatomi merupakan laboratorium khusus untuk mendiagnosis penyakit melalui materi biologi yang berasal dari organ jaringan, sel, atau cairan melalui proses sistematik tertentu.Sampel jaringan atau sel tersebut diperiksa di bawah mikroskop cahaya oleh ahli Patologi Anatomi, lalu hasilnya dibuat laporan kepada klinisi yang mengirimkan jaringan tersebut.

 

Lingkup pemeriksaan Patologi Anatomi terdiri dari histopatologi, sitologi, potong beku atau frozen section, histokimia, imunohistokimia, dan pemeriksaan molekuler.

2.                  Pemeriksaan Histopatologi

Pemeriksaan histopatologi merupakan pemeriksaan dengan spesimen yang diambil dengan prosedur anestesi pada manusia atau binatang hidup atau post mortem (otopsi klinik).

Ada tiga fase dalam pembuatan preparat histopatologi, yaitu fase pra analitik, fase analitik, dan fase post analitik. Fase pra analitik memegang peranan hingga 75% dalam keakuratan diagnosis Patologi Anatomi, sisanya peran keakuratan diagnosis mengacu pada tepatnya fase analitik dan post analitik sebesar 10% dan 15%. Fase pra analitik dimulai sejak jaringan atau cairan dikeluarkan dari tubuh manusia. Fase pra analitik berlanjut dengan tahap pengumpulan sampel, pemberian label pada sampel, packaging atau pengemasan sampel yang adekuat, serta fase transportasi yaitu pengiriman sampel sampai ke laboratorium Patologi Anatomi. Tahap pra analitik ini adalah tahap yang sangat esensial dan memegang peranan yang paling besar pada keberhasilan dan ketepatan diagnosis Patologi Anatomi. Dengan diagnosis yang tepat maka didapatkan pula patient safety contoh pelayanan pasien yang optimal.

Tahapan fiksasi merupakan langkah awal dimulainya fase pra analitik. Ketika jaringan atau cairan sudah lepas dari tubuh, maka diperlukan upaya untuk mempertahankan struktur jaringan atau cairan tersebut serupa dengan asalnya, Inilah yang disebut dengan fiksasi jaringan. Fiksasi jaringan diperlukan untuk mempertahankan morfologi atau bentuk jaringan, mempertahankan antigenissitas molekul target, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan molekular untuk diagnosis lanjutan terhadap pasien.

fiksasi jaringan tidak lengkap atau terlalu singkat maka dapat menyebabkan kerusakan cepat pada protein target pada jaringan, serta mengurangi immunoreaktivitas spesifik pada pemeriksaan lanjutan. Sebaliknya, jika fiksasi jaringan dikakukan terlalu lama, maka dapat menutup epitop dan menghilangkan antigenisitas protein target. Lamanya jaringan dilakukan fiksasi secara optimal adalah 24-72 jam. Jaringan yang sudah dikeluarkan dari tubuh harus segera masuk ke dalam cairan fiksasi segera kurang dari 1 jam. Jika ada penundaan jaringan yang dimasukkan ke dalam fiksasi, maka akan terjadi efek buruk terhadap sediaan Patologi Anatomi. Bisa terjadi false negatifmaupun false positif atau kesalahan diagnosis terhadap pasien.

Spesimen jaringan adalah jaringan atau organ tubuh hasil operasi baik berupa eksisi, insisi, biopsi yang dikirimkan oleh dokter klinisi sebagai hasil tindakan operasi. Semua hasil operasi oleh dokter klinisi berupa organ atau jaringan tubuh serta cairan harus dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi untuk dilakukan pemeriksaan dan diagnosis Patologi Anatomi. Tahap pra analitik merupakan tanggung jawab dokter klinisi yang mengirimkan spesimen.

Tahapan penanganan jaringan adalah menyiapkan alat pelindung diri berupa sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung. Wadah disiapkan sesuai dengan besar jaringan atau menggunakan wadah yang proporsional. Identitas pasien juga harus ditulis secara lengkap pada formulir permintaan Patologi Anatomi, terdiri dari nama, umur, asal jaringan serta ditulis juga identitasnya pada pot atau wadah. Riwayat klinis pasien serta pemeriksaan penunjang pasien yang telah dilakukan juga sebaiknya disertakan pada formular permintaan Patologi Anatomi. Penulisan blanko permintaan klinis yang lengkap sangatlah membantu penegakan diagnosis pasien oleh seorang patolog. Talenan atau pisau cutter juga digunakan untuk melamelasi jaringan, terutama dilakukan jika jaringan besar atau jaringan dengan diameter lebih dari 0,5 cm. 

 

 

3.                  Pemeriksaan sitologi

 merupakan pemeriksaan sel dengan menggunakan cairan tubuh misalnya pemeriksaan pap smear pada ginekologi. Ada juga pemeriksaan sitologi non ginekologi, contohnya Fine Needle Aspiration Citology(FNAC), pemeriksaan sputum atau dahak, pemeriksaan efusi pleura, transthoracal biopsy (TTB), transthoracic needle aspiration (TTNA).

Penanganan spesimen sitologi atau sediaan apus berbeda dengan penanganan jaringan histopatologi. Spesimen sitologi adalah seluruh bahan bukan jaringan yang dikeluarkan dari tubuh manusia berupa cairan tubuh, urine, produk tumor atau proses patologi, maupun feses. Spesimen sitologi dikirimkan ke laboratorium PA untuk dilakukan diagnosis sitopatologi. Sediaan sitologi berupa apusan lendir serviks atau vagina atau dikenal dengan istilah pap smear dilakukan fiksasi dengan fiksasi basah, berupa perendaman slide dengan alkohol 96% selama 30 menit.

Sediaan sitologi berupa pemeriksaan sitologi non ginekologi FNAC berupa slide dilakukan fiksasi sebanyak dua jenis fiksasi, yaitu fiksasi kering dan fiksasi basah. Fiksasi kering yaitu spesimen dikeringkan di udara dan fiksasi basah yaitu perendaman slide dengan alkohol 96%. Slide tersebut dapat dikirimkan ke laboratorium PA.

Sediaan sitologi non ginekologi berupa urine atau cairan dari rongga tubuh, misalnya efusi pleura dan asites, dapat dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi berupa cairan dan difiksasi dengan alkohol 50% sebanyak 1:1. Sebagai contoh, jika ada 50 cc cairan asites yang akan dikirim, maka perlu tambahan 50 cc alkohol 50% sebagai cairan fiksatifnya, dan di campuran homogen. Setelah itu dilakukan pemberian label pada pot dengan keterangan cairan fiksatif alkohol 50%.

Dampak fiksasi yang tidak adekuat terhadap jaringan (histopatologi) dan sel (sitologi) adalah adanya kerusakan jaringan pada saat pembacaan mikroskopis. Sel sel bisa berubah bentuknya dan sulit dikenali, dapat pula menimbulkan kesalahan diagnostik pada pemeriksaan imunohistokimia. Kesalahan dalam tahap pra analitik adalah bersifat irreversibel dan tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, menjadi sangatlah penting bagi dokter klinisi melakukan fiksasi dan lamelasi jaringan secara sesuai pada tahap pra analitik, sehingga kesalahan diagnostik dapat dihindari dan pemeriksaan Patologi Anatomi dapat membantu penegakan diagnosis pasien secara akurat.


🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?🤗😎

Stay tune terus yah di  akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨

➖➖➖➖➖➖➖➖

📸instagram : @hmjtlmpkm

👥Facebook : HMJ TLM PKM

📽Youtube : HMJ TLM PKM

📱Tiktok : HMJ TLM PKM

📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com

Selasa, 13 September 2022

KIMIA KLINIK


Pemeriksaan Kimia Klinik merupakan salah satu pemeriksaan yang sering dilakukan oleh petugas laboratorium khususnya yakni analis kesehatan maupun analis medik. Pemeriksaan kimia klinik sering diminta oleh para dokter untuk mendiagnosa suatu penyakit yang ada pada pasien.

 

Ada beberapa jenis pemeriksaan kimia klinik

1. Glukosa Darah

Pemeriksaan glukosa darah dilakukan ketika seorang dokter mencurigai seorang pasien mengalami hipoglikemia atau yang disebut kekurangan glukosa dalam darah sehingga pasien dapat hilang kesadaran atau pingsan, atau pasien dalam keadaan hiperglikemia yakni keadaan dimana glukosa darah mengalami peningkatan.

2.                   KOLESTEROL dan TRIGLISERIDA Pemeriksaan kolesterol dilakukan oleh dokter untuk menentukan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah pasien yang. biasanya untuk pasien yang mengalami peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah akan mengalami pegal-pegal di bagian punggung. Untuk kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah masing masing 200 mg/dl dan 200 mg/dl.

3.                   Pemeriksaan asam urat

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa apakah pasien mengalami asam urat atau tidak. biasanya pasien mengalami keluhan pada lutut atau pada kaki untuk penderita asam urat dan terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah. Nilai normal asam urat dalam darah adalah < 7,0 mg/dl.

4.                   SGOT

Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase atau SGOT merupakan suatu enzim yang terdapat di dalam tubuh. SGOT ini umumnya ditemukan di jantung, ginjal otak, otot, dan hati (liver). Enzim ini bertugas membantu mencerna protein dalam tubuh.

Untuk melalukan pemeriksaan SGOT, tim meds akan mengambil sampel darah pasien untuk diuji di laboratorium. Pada orang sehat, enzim ini  akan terlihat normal, kira-kira batas normalnya  5-40 µ/L (mikro per liter). Namun, batas normal SGOT bisa berbeda-beda pada tiap orang. Semuanya bergantung pada teknik dan prosedur yang dilakukan saat meneliti sampel darah.

 

 

🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?🤗😎

Stay tune terus yah di  akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨

➖➖➖➖➖➖➖➖

📸instagram : @hmjtlmpkm

👥Facebook : HMJ TLM PKM

📽Youtube : HMJ TLM PKM

📱Tiktok : HMJ TLM PKM

📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com

Senin, 15 Agustus 2022

Hematologi

 

       HEMATOLOGI

         Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang darah dan kelainan pada darah, termasuk komponen darah, sumsum tulang, dan sistem limfatik (getah bening), mengutip John Hopkins Medicine. Hematologi merupakan subspesialisasi penyakit dalam. Hematologi bertujuan memahami berbagai komponen darah, bagaimana kelainan pada darah dapat terjadi, pengaruhnya terhadap kesehatan, hingga cara menanganinya.

        Pemeriksaan hematologi dibutuhkan bagi orang yang dicurigai mengidap penyakit yang berhubungan dengan kelainan darah. Namun, beberapa pasien kemoterapi juga memerlukan pemeriksaan ini untuk menguji respons tubuh mereka.Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda menjalani tes hematologi untuk memastikan beberapa penyakit berikut ini:

·                     Infeksi 

·                     Peradangan

·                     Anemia 

·                     Anemia sel sabit

·                     Thalasemia

·                     Hemofilia dan gangguan pembekuan darah lainnya 

·                     Leukemia 

·                     Limfoma

·                     Myeloma

·                     Keganasan hematologi lainnya

1.                   Jenis pemeriksaan hematologi 

Terdapat beberapa jenis tes hematologi yang dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis suatu penyakit, yakni:

1. Pemeriksaan darah lengkap (complete blood count/CBC)


Pemeriksaan darah lengkap, disebut pula hematologi lengkap, merupakan pemeriksaan umum yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis atau memantau penyakit Anda. Pemeriksaan ini juga biasa dilakukan untuk mendiagnosis anemia, kanker darah tertentu, penyakit akibat peradangan (inflamasi) dan infeksi, hingga memantau kehilangan darah.CBC dilakukan dengan pengambilan darah melalui vena untuk memeriksa kadar dan karakteristik semua tipe sel darah, di antaranya:

·                     Sel darah putih (leukosit)

·                     Sel darah merah (eritrosit)

·                     Trombosit (keping darah atau platelet)

·                     Hematokrit

·                     Hemoglobin (Hb)

2. Waktu protrombin (prothrombin time/PT)

Pemeriksaan waktu protrombin, disebut juga waktu protrombin parsial, merupakan tes yang dilakukan untuk mencari gangguan perdarahan atau masalah pembekuan darah. Tes ini juga dapat memantau progres terapi antikoagulasi. 

 

3. Tes enzim darah 

Tes enzim darah terdiri dari berbagai jenis. Tes ini biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah kadar enzim tertentu dalam darah dan berguna untuk mendiagnosis kondisi kardiovaskuler, termasuk serangan jantung. 

 

4.                   Biopsi sumsum tulang




Meski bukan tergolong tes umum, biopsi sumsum tulang merupakan tes yang juga dilakukan oleh seorang hematolog. Tes ini dilakukan dengan melibatkan pengambilan sel dari sumsum tulang untuk menganalisis berbagai jenis penyakit. Jenis penyakit yang bisa didiagnosis atau dipantau melalui biopsi sumsum tulang antara lain anemia, trombositopenia, hingga beberapa jenis kanker.

 

Sumber:https://www.sehatq.com/artikel/hematologi-ilmu-kedokteran-tentang-darah/amp

 

 

 

 

 

 

 

🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM ?🤗

Stay tune terus yah di  akun sosial media kami🌹,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨

➖➖➖➖➖➖➖➖

📸instagram : @hmjtlmpkm

👥Facebook : HMJ TLM PKM

📽Youtube : HMJ TLM PKM

📧Email :hmjtlmpkm@gmail.com

📱Tiktok : hmjtlmpkm

Selasa, 26 Juli 2022

Parasitologi

 

Assalamualaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua Shalom,om swastyastu,namo buddhaya dan salan kebajikan🙏✨Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?

 

Teman-teman diseluruh indonesia Pada Hari Rabu 29 Juni 2022 Telah dilaksanakan salah satu program kerja dari Depertemen Humas yaitu Media Publikasi dan Informasi (Blog) yang Berjudul Parasitologi

Parasitologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kini parasitologi tidak hanya terbatas mempelajari organisme  parasite meliputi: protozoa, helmint, arthropoda dan insekta, baik yang zoonosis ataupun antroponis tetapi juga mencakup pengkajian terhadap genetika, taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, patologi dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Organisme parasite adalah organisme  yang  hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu merugikan organisme yang ditempatinya (hospes).

 

Infeksi Parasit

Infeksi parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya parasit ke dalam tubuh. Parasit merupakan organisme yang membutuhkan organisme lain sebagai sumber makanan dan tempat tinggal untuk bertahan hidup.

Parasit dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan yang telah terkontaminasi, gigitan serangga, atau kontak seksual. Beberapa contohnya meliputi giardia yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi, toksoplasmosis yang ditularkan melalui hewan, dan malaria yang menyebar lewat gigitan nyamuk. Beberapa penyakit atau infeksi akibat parasit bisa dengan mudah ditangani. Namun ada juga kondisi yang sulit disembuhkan.Ukuran parasit bervariasi. Ada protozoa yang sangat kecil dan hanya memiliki satu sel. Ada pula cacing yang dapat dilihat dengan mata telanjang.Jika sedang bepergian, minumlah air yang sudah terjamin kebersihannya dan konsumsi makanan yang telah dimasak dengan baik. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi parasit.Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi parasit. Namun beberapa obat-obatan dapat menangani infeksi ini dengan efektif. Infeksi parasit merupakan masalah besar pada daerah tropis dan subtropis. Infeksi ini lebih umum ditemukan di negara terbelakang dan berkembang daripada negara maju.

 

1.                 Penyebab Infekasi parasit:

Terdapat tiga jenis organisme yang menyebabkan infeksi parasit, yakni:

1.                  Protozoa
Merupakan organisme bersel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak di dalam tubuh manusia.

2.                  Cacing
Merupakan organisme bersel banyak yang dapat hidup di dalam ataupun di luar tubuh manusia, seperti cacing pita dan cacing gelang.

3.                  Ektoparasit
Merupakan organisme multisel yang hidup atau memakan kulit manusia, seperti nyamuk, kutu, dan tungau.

Protozoa dan cacing dapat menyebar melalui air, makanan, limbah, tanah, dan darah yang terkontaminasi

2.                 Gejala Infeksi Parasit

Gejala infeksi parasit tergantung pada jenis parasit yang menyerang dan berkembang di dalam tubuh. Sebagai contoh, trikomoniasissering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, dapat muncul gejala berupa iritasi, gatal, dan kemerahan di kulit sekitar kelamin, serta keluar cairan yang tidak normal dari kelamin.

Gejala lain yang mungkin muncul akibat infeksi parasit meliputi:

·                     Diare

·                     Dehidrasi

·                     Sakit perut

·                     Tinja berminyak

·                     Nyeri otot

·                     Pembengkakan kelenjar getah bening

3.                 Faktor Risiko Infeksi Parasit

Infeksi parasit dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terserang penyakit ini lebih tinggi pada orang dengan faktor berikut:

·                     Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh

·                     Hidup di area yang kekurangan pasokan air bersih

·                     Memiliki hewan peliharaan yang terinfeksi parasit atau tidak terjaga kebersihannya

·                     Berenang di sungai, danau, atau kolam yang kotor

·                     Memiliki pekerjaan yang melibatkan kontak dengan tinja, seperti pengasuh bayi atau anak

Pencegahan

Dilansir dari Healthline, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular infeksi parasit, diantaranya:

 

1.                  Lakukan seks aman, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan kondom

2.                  Cuci tangan dengan benar secara teratur

3.                  Masak makanan hingga matang sempurna

4.                  Mengonsumsi air yang layak minum atau air dalam kemasan

5.                  Hindari menelan air dari sungai, kolam, atau danau ketika berenang

Diagnonis

Infeksi parasit dapat didiagnosis dengan beberapa cara berikut:

1.                  Tes darah

2.                  Uji sampel feses

3.                  Endoskopi atau kolonoskopi, untuk memeriksa saluran usus jika hasil uji feses tidak meyakinkan

4.                  Sinar-X, MRI, atau CT scan, untuk memeriksa tanda-tanda cedera pada organ akibat parasit

 

Sumber :https://www.sehatq.com/penyakit/infeksi-parasit/amP

https://amp.kompas.com/health/penyakit/read/2021/09/16/190000568/infeksi-parasit-

 

Stay tune terus yah di  akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨

➖➖➖➖➖➖➖➖

📸instagram : @hmjtlmpkm

👥Facebook : HMJ TLM PKM

📽Youtube : HMJ TLM PKM

📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com

Musyawarah Besar XXI HMJ-TLM PKM: Bersama Bersinergi menuju Kehidupan Berlembaga yang Penuh Loyalitas dan Tanggung Jawab

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar (HMJ-TLM PKM) Periode 2022-2023 telah mengad...