Selasa, 26 Juli 2022

Parasitologi

 

Assalamualaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua Shalom,om swastyastu,namo buddhaya dan salan kebajikan🙏✨Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?

 

Teman-teman diseluruh indonesia Pada Hari Rabu 29 Juni 2022 Telah dilaksanakan salah satu program kerja dari Depertemen Humas yaitu Media Publikasi dan Informasi (Blog) yang Berjudul Parasitologi

Parasitologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kini parasitologi tidak hanya terbatas mempelajari organisme  parasite meliputi: protozoa, helmint, arthropoda dan insekta, baik yang zoonosis ataupun antroponis tetapi juga mencakup pengkajian terhadap genetika, taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, patologi dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Organisme parasite adalah organisme  yang  hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu merugikan organisme yang ditempatinya (hospes).

 

Infeksi Parasit

Infeksi parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya parasit ke dalam tubuh. Parasit merupakan organisme yang membutuhkan organisme lain sebagai sumber makanan dan tempat tinggal untuk bertahan hidup.

Parasit dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan yang telah terkontaminasi, gigitan serangga, atau kontak seksual. Beberapa contohnya meliputi giardia yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi, toksoplasmosis yang ditularkan melalui hewan, dan malaria yang menyebar lewat gigitan nyamuk. Beberapa penyakit atau infeksi akibat parasit bisa dengan mudah ditangani. Namun ada juga kondisi yang sulit disembuhkan.Ukuran parasit bervariasi. Ada protozoa yang sangat kecil dan hanya memiliki satu sel. Ada pula cacing yang dapat dilihat dengan mata telanjang.Jika sedang bepergian, minumlah air yang sudah terjamin kebersihannya dan konsumsi makanan yang telah dimasak dengan baik. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi parasit.Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi parasit. Namun beberapa obat-obatan dapat menangani infeksi ini dengan efektif. Infeksi parasit merupakan masalah besar pada daerah tropis dan subtropis. Infeksi ini lebih umum ditemukan di negara terbelakang dan berkembang daripada negara maju.

 

1.                 Penyebab Infekasi parasit:

Terdapat tiga jenis organisme yang menyebabkan infeksi parasit, yakni:

1.                  Protozoa
Merupakan organisme bersel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak di dalam tubuh manusia.

2.                  Cacing
Merupakan organisme bersel banyak yang dapat hidup di dalam ataupun di luar tubuh manusia, seperti cacing pita dan cacing gelang.

3.                  Ektoparasit
Merupakan organisme multisel yang hidup atau memakan kulit manusia, seperti nyamuk, kutu, dan tungau.

Protozoa dan cacing dapat menyebar melalui air, makanan, limbah, tanah, dan darah yang terkontaminasi

2.                 Gejala Infeksi Parasit

Gejala infeksi parasit tergantung pada jenis parasit yang menyerang dan berkembang di dalam tubuh. Sebagai contoh, trikomoniasissering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, dapat muncul gejala berupa iritasi, gatal, dan kemerahan di kulit sekitar kelamin, serta keluar cairan yang tidak normal dari kelamin.

Gejala lain yang mungkin muncul akibat infeksi parasit meliputi:

·                     Diare

·                     Dehidrasi

·                     Sakit perut

·                     Tinja berminyak

·                     Nyeri otot

·                     Pembengkakan kelenjar getah bening

3.                 Faktor Risiko Infeksi Parasit

Infeksi parasit dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terserang penyakit ini lebih tinggi pada orang dengan faktor berikut:

·                     Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh

·                     Hidup di area yang kekurangan pasokan air bersih

·                     Memiliki hewan peliharaan yang terinfeksi parasit atau tidak terjaga kebersihannya

·                     Berenang di sungai, danau, atau kolam yang kotor

·                     Memiliki pekerjaan yang melibatkan kontak dengan tinja, seperti pengasuh bayi atau anak

Pencegahan

Dilansir dari Healthline, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular infeksi parasit, diantaranya:

 

1.                  Lakukan seks aman, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan kondom

2.                  Cuci tangan dengan benar secara teratur

3.                  Masak makanan hingga matang sempurna

4.                  Mengonsumsi air yang layak minum atau air dalam kemasan

5.                  Hindari menelan air dari sungai, kolam, atau danau ketika berenang

Diagnonis

Infeksi parasit dapat didiagnosis dengan beberapa cara berikut:

1.                  Tes darah

2.                  Uji sampel feses

3.                  Endoskopi atau kolonoskopi, untuk memeriksa saluran usus jika hasil uji feses tidak meyakinkan

4.                  Sinar-X, MRI, atau CT scan, untuk memeriksa tanda-tanda cedera pada organ akibat parasit

 

Sumber :https://www.sehatq.com/penyakit/infeksi-parasit/amP

https://amp.kompas.com/health/penyakit/read/2021/09/16/190000568/infeksi-parasit-

 

Stay tune terus yah di  akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨

➖➖➖➖➖➖➖➖

📸instagram : @hmjtlmpkm

👥Facebook : HMJ TLM PKM

📽Youtube : HMJ TLM PKM

📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Musyawarah Besar XXI HMJ-TLM PKM: Bersama Bersinergi menuju Kehidupan Berlembaga yang Penuh Loyalitas dan Tanggung Jawab

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar (HMJ-TLM PKM) Periode 2022-2023 telah mengad...