Assalamualaikum
Wr.Wb.
Salam sejahtera
bagi kita semua Shalom,om swastyastu,namo buddhaya dan salan kebajikan🙏✨Mau
tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?
Teman-teman
diseluruh indonesia Pada Hari Rabu 29 Juni 2022 Telah dilaksanakan salah satu program
kerja dari Depertemen Humas yaitu Media Publikasi dan Informasi (Blog) yang Berjudul
Parasitologi
Parasitologi adalah cabang ilmu kedokteran yang
mempelajari tentang semua organisme parasit. Seiring dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi, kini parasitologi tidak hanya terbatas mempelajari
organisme parasite meliputi: protozoa, helmint, arthropoda dan insekta,
baik yang zoonosis ataupun antroponis tetapi juga mencakup pengkajian terhadap
genetika, taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, patologi
dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Organisme parasite adalah
organisme yang hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu
merugikan organisme yang ditempatinya (hospes).
Infeksi Parasit
Infeksi parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh
masuknya parasit ke dalam tubuh. Parasit merupakan organisme yang membutuhkan
organisme lain sebagai sumber makanan dan tempat tinggal untuk bertahan hidup.
Parasit dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan
yang telah terkontaminasi, gigitan serangga, atau kontak seksual. Beberapa
contohnya meliputi giardia yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi,
toksoplasmosis yang ditularkan melalui hewan, dan malaria yang menyebar lewat
gigitan nyamuk. Beberapa penyakit atau infeksi akibat parasit bisa dengan
mudah ditangani. Namun ada juga kondisi yang sulit disembuhkan.Ukuran parasit
bervariasi. Ada protozoa yang sangat kecil dan hanya memiliki satu sel. Ada
pula cacing yang dapat dilihat dengan mata telanjang.Jika sedang bepergian,
minumlah air yang sudah terjamin kebersihannya dan konsumsi makanan yang telah
dimasak dengan baik. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi parasit.Hingga saat
ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi parasit. Namun beberapa
obat-obatan dapat menangani infeksi ini dengan efektif. Infeksi parasit
merupakan masalah besar pada daerah tropis dan subtropis. Infeksi ini lebih
umum ditemukan di negara terbelakang dan berkembang daripada negara maju.
1.
Penyebab Infekasi parasit:
Terdapat tiga jenis organisme yang menyebabkan
infeksi parasit, yakni:
1.
Protozoa
Merupakan organisme bersel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak di
dalam tubuh manusia.
2.
Cacing
Merupakan organisme bersel banyak yang dapat hidup di dalam ataupun di luar tubuh
manusia, seperti cacing pita dan cacing gelang.
3.
Ektoparasit
Merupakan organisme multisel yang hidup atau memakan kulit manusia, seperti
nyamuk, kutu, dan tungau.
Protozoa
dan cacing dapat menyebar melalui air, makanan, limbah, tanah, dan darah yang terkontaminasi
2.
Gejala
Infeksi Parasit
Gejala
infeksi parasit tergantung pada jenis parasit yang menyerang dan berkembang di
dalam tubuh. Sebagai contoh, trikomoniasissering kali tidak menimbulkan
gejala. Namun, pada beberapa kasus, dapat muncul gejala berupa iritasi, gatal,
dan kemerahan di kulit sekitar kelamin, serta keluar cairan yang tidak normal
dari kelamin.
Gejala
lain yang mungkin muncul akibat infeksi parasit meliputi:
·
Diare
·
Dehidrasi
·
Sakit
perut
·
Tinja
berminyak
·
Nyeri
otot
·
Pembengkakan
kelenjar getah bening
3.
Faktor
Risiko Infeksi Parasit
Infeksi
parasit dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terserang penyakit ini
lebih tinggi pada orang dengan faktor berikut:
·
Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh
·
Hidup
di area yang kekurangan pasokan air bersih
·
Memiliki
hewan peliharaan yang terinfeksi parasit atau tidak terjaga kebersihannya
·
Berenang
di sungai, danau, atau kolam yang kotor
·
Memiliki
pekerjaan yang melibatkan kontak dengan tinja, seperti pengasuh bayi atau anak
Pencegahan
Dilansir
dari Healthline, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi
risiko tertular infeksi parasit, diantaranya:
1.
Lakukan seks aman, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan
kondom
2.
Cuci tangan dengan benar secara teratur
3.
Masak makanan hingga matang sempurna
4.
Mengonsumsi air yang layak minum atau air dalam kemasan
5.
Hindari menelan air dari sungai, kolam, atau danau ketika berenang
Diagnonis
Infeksi
parasit dapat didiagnosis dengan beberapa cara berikut:
1.
Tes darah
2.
Uji sampel feses
3.
Endoskopi atau kolonoskopi, untuk memeriksa saluran usus jika hasil
uji feses tidak meyakinkan
4.
Sinar-X, MRI, atau CT scan, untuk memeriksa tanda-tanda cedera
pada organ akibat parasit
Sumber :https://www.sehatq.com/penyakit/infeksi-parasit/amP
https://amp.kompas.com/health/penyakit/read/2021/09/16/190000568/infeksi-parasit-
Stay tune terus yah di akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨
➖➖➖➖➖➖➖➖
📸instagram : @hmjtlmpkm
👥Facebook : HMJ TLM PKM
📽Youtube : HMJ TLM PKM
📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com


