Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis PKM PERIODE 2022-2023 [Jalan Wijaya Kusuma Raya No.56, Makassar] ~ Official Account IG : @hmjakpkm || Youtube : HMJ TLM PKM || Facebook : HMJ TLM PKM
Kamis, 15 Juni 2023
Musyawarah Besar XXI HMJ-TLM PKM: Bersama Bersinergi menuju Kehidupan Berlembaga yang Penuh Loyalitas dan Tanggung Jawab
Selasa, 01 November 2022
Imunoserologi
IMUNOSEROLOGI
Imunoserologi adalah
pemeriksaan yang berfokus pada proses identifikasi antibodi. Tidak hanya
antibodi, nyatanya penyakit yang berhubungan dengan masalah kesehatan akibat
penyakit autoimun pun menjadi salah satu yang menjadi fokus pada tes imunoserologi.
Penyakit autoimun merupakan jenis kondisi dimana sistem daya tahan tubuh dapat
berubah dan akan melawan jaringan tubuh kamu yang sehat.
Penyakit yang
terdeteksi dengan melakukan tes imunoserologi
1. Penyakit
Menular Seksual penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan intim, baik secara
vaginal, anal (melalui dubur), atau oral (melalui mulut). Penularan juga dapat
terjadi melalui transfusi darah atau berbagi pakai jarum suntik dengan
penderita. Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri,
virus, jamur, atau parasit. macam-macam penyakit menular seksual:
~ Sifilis
~ Gonore
~ Human papillomavirus
(HPV)
~ human immunodeficiency
virus (HIV)
~ Chlamydia
~ Trikomoniasis
~ Hepatitis B dan C
~ Herper genital
~ Lymphogranuloma
venereum (LGV)
~ Granuloma inguinale
2. Penyakit
Rematik
Rematik atau rheumatoid
arthritisadalah penyakit yang ditandai dengan nyeri dan peradangan pada sendi.
Kondisi in merupakan penyakit autoimun, yakni kondisi ketika sistem imun pada
tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri.
Macam-macam
penyakit rematik.
~ Rheumatoid Arthritis
~ Sindrom Sjogren
~ Ankylosing
Spondylitis
~ Lupus
~ Artritis Psoriasis
3. Penyakit
Torch
TORCHS, adalah singkatan dari beberapa
nama penyakit infeksi, yaitu Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes
simplex virus, dan Sifilis.
penyakit-penyakit yang tergolong ke
dalam TORCH:
~ Toksoplasmosis
~ Rubella
~ Cytomegalovirus (CMV)
~ Herpes simplex virus (HSV)
~ Sifilis
Gejala-gejala
penyakit infeksi yang tergolong ke dalam TORCH,
seperti:
·
Berat dan panjang badan yang lebih kecil
dari bayi seusianya
·
Katarak
·
Trombositopenia
·
Kejang
·
Kelainan jantung
·
Tuli
·
Pembesaran hati dan limpa
·
Sakit kuning (jaundice)
·
Keterlambatan pertumbuha
4. Penyakit
Hepatiti
Hepatitis adalah penyakit yang ditandai
dengan peradangan pada organ hati. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi
virus, kebiasaan minum alkohol, paparan zat beracun atau obat-obatan tertentu.
Gejala
Hepatitis
·
Mengalami gejala seperti flu, mual,
muntah, demam, dan lemas.
·
Feses berwarna pucat.
·
Mata dan kulit berubah menjadi
kekuningan.
·
Nyeri di bagian perut.
·
Turun berat badan.
·
Urine menjadi gelap seperti teh.
·
Kehilangan nafsu makan.
Pencegahan
Hepatitis
·
Melakukan vaksinasi. Sekarang ini sudah
ada vaksin yang bisa mencegah hepatitis A dan B, tapi belum ada vaksin untuk
hepatitis C.
·
Mengurangi konsumsi alkohol.
·
Menjaga kebersihan sumber air.
·
Mencuci bahan makanan yang dikonsumsi,
terutama kerang dan tiram, sayuran, serta buah-buahan.
·
Tidak berbagi pakai sikat gigi, pisau
cukur, atau jarum suntik dengan orang lain.
·
Tidak menyentuh darah tanpa sarung
tangan pelindung.
·
Melakukan hubungan seksual yang aman.
Misalnya, menggunakan kondom atau tidak berganti-ganti pasangan (setia pada
satu pasangan).
https://www.alodokter.com/pemeriksaan-torch-ini-yang-harus-anda-ketahui
https://www.halodoc.com/kesehatan/hepatitis
https://www.halodoc.com/artikel/kenali-perbedaan-serologi-dan-imunoserologi
https://www.alodokter.com/penyakit-menular-seksual-pms
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1635/rematik
🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?🤗😎
Stay tune terus yah di akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨
➖➖➖➖➖➖➖➖
📸instagram : @hmjtlmpkm
👥Facebook : HMJ TLM PKM
📽Youtube : HMJ TLM PKM
📱Tiktok : HMJ TLM PKM
📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com
SITOHISTOTEKNOLOGI
SITOHISTOTEKNOLOGI
Sitohistoteknologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang preparasi sel-sel dan jaringan tubuh sampai menjadi sediaan mikroskopis yang digunakan untuk mendiagnosa adanya kelainan-kelainan dalam tubuh.Diagnosa histopatologi, sampai saat ini masih merupakan kunci dalam diagnosa sebagian besar penyakit.
Diagnosa penyakit secara histologi dan sitologi
dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Untuk mendapatkan sediaan
mikroskopis diperlukan metode pewarnaan tertentu. Ada beberapa teknik pewarnaan
yang dilakukan di laboratorium Sitohistoteknologi, antara lain: pewarnaan Hematoksilin
Eosin, pewarnaan Papanicolaou, pewarnaan khusus imunohistokimia, dll.
Laboratorium ini memiliki kekhasan dibandingkan laboratorium kesehatan lainnya.
Hal ini terlihat dari instrumen dan reagen yang berbeda dan spesifik.
=> Pemeriksaan Sitohistoknologi
1.
Pemeriksaan Patologi Anatomi
Patologi Anatomi merupakan laboratorium khusus untuk mendiagnosis penyakit
melalui materi biologi yang berasal dari organ jaringan, sel, atau cairan
melalui proses sistematik tertentu.Sampel
jaringan atau sel tersebut diperiksa di bawah mikroskop cahaya oleh ahli
Patologi Anatomi, lalu hasilnya dibuat laporan kepada klinisi yang mengirimkan
jaringan tersebut.
Lingkup pemeriksaan Patologi Anatomi terdiri dari
histopatologi, sitologi, potong beku atau frozen section, histokimia, imunohistokimia, dan pemeriksaan
molekuler.
2.
Pemeriksaan Histopatologi
Pemeriksaan histopatologi merupakan pemeriksaan
dengan spesimen yang diambil dengan prosedur anestesi pada manusia atau
binatang hidup atau post mortem (otopsi klinik).
Ada tiga fase dalam pembuatan preparat histopatologi,
yaitu fase pra analitik, fase analitik, dan fase post analitik. Fase pra
analitik memegang peranan hingga 75% dalam keakuratan diagnosis Patologi
Anatomi, sisanya peran keakuratan diagnosis mengacu pada tepatnya fase analitik
dan post analitik sebesar 10% dan 15%. Fase pra analitik dimulai sejak jaringan
atau cairan dikeluarkan dari tubuh manusia. Fase pra analitik berlanjut dengan
tahap pengumpulan sampel, pemberian label pada sampel, packaging atau pengemasan
sampel yang adekuat, serta fase transportasi yaitu pengiriman sampel sampai ke
laboratorium Patologi Anatomi. Tahap pra analitik ini adalah tahap yang sangat
esensial dan memegang peranan yang paling besar pada keberhasilan dan ketepatan
diagnosis Patologi Anatomi. Dengan diagnosis yang tepat maka didapatkan
pula patient safety contoh pelayanan pasien yang optimal.
Tahapan fiksasi merupakan langkah awal dimulainya
fase pra analitik. Ketika jaringan atau cairan sudah lepas dari tubuh, maka
diperlukan upaya untuk mempertahankan struktur jaringan atau cairan tersebut
serupa dengan asalnya, Inilah yang disebut dengan fiksasi jaringan. Fiksasi
jaringan diperlukan untuk mempertahankan morfologi atau bentuk jaringan,
mempertahankan antigenissitas molekul target, sehingga dapat dilakukan
pemeriksaan lanjutan molekular untuk diagnosis lanjutan terhadap pasien.
fiksasi jaringan tidak lengkap atau terlalu singkat
maka dapat menyebabkan kerusakan cepat pada protein target pada jaringan, serta
mengurangi immunoreaktivitas spesifik pada pemeriksaan lanjutan. Sebaliknya,
jika fiksasi jaringan dikakukan terlalu lama, maka dapat menutup epitop dan
menghilangkan antigenisitas protein target. Lamanya jaringan dilakukan fiksasi
secara optimal adalah 24-72 jam. Jaringan yang sudah dikeluarkan dari tubuh
harus segera masuk ke dalam cairan fiksasi segera kurang dari 1 jam. Jika ada
penundaan jaringan yang dimasukkan ke dalam fiksasi, maka akan terjadi efek
buruk terhadap sediaan Patologi Anatomi. Bisa terjadi false negatifmaupun false positif atau
kesalahan diagnosis terhadap pasien.
Spesimen
jaringan adalah jaringan atau organ tubuh hasil operasi baik berupa eksisi,
insisi, biopsi yang dikirimkan oleh dokter klinisi sebagai hasil tindakan
operasi. Semua hasil operasi oleh dokter klinisi berupa organ atau jaringan
tubuh serta cairan harus dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi untuk
dilakukan pemeriksaan dan diagnosis Patologi Anatomi. Tahap pra analitik
merupakan tanggung jawab dokter klinisi yang mengirimkan spesimen.
Tahapan
penanganan jaringan adalah menyiapkan alat pelindung diri berupa sarung tangan,
masker, dan kacamata pelindung. Wadah disiapkan sesuai dengan besar jaringan
atau menggunakan wadah yang proporsional. Identitas pasien juga harus ditulis
secara lengkap pada formulir permintaan Patologi Anatomi, terdiri dari nama,
umur, asal jaringan serta ditulis juga identitasnya pada pot atau wadah.
Riwayat klinis pasien serta pemeriksaan penunjang pasien yang telah dilakukan
juga sebaiknya disertakan pada formular permintaan Patologi Anatomi. Penulisan
blanko permintaan klinis yang lengkap sangatlah membantu penegakan diagnosis
pasien oleh seorang patolog. Talenan atau pisau cutter juga
digunakan untuk melamelasi jaringan, terutama dilakukan jika jaringan besar
atau jaringan dengan diameter lebih dari 0,5 cm.
3.
Pemeriksaan
sitologi
merupakan
pemeriksaan sel dengan menggunakan cairan tubuh misalnya pemeriksaan pap smear pada ginekologi. Ada juga pemeriksaan sitologi
non ginekologi, contohnya Fine Needle Aspiration Citology(FNAC), pemeriksaan sputum atau dahak, pemeriksaan
efusi pleura, transthoracal biopsy (TTB), transthoracic needle aspiration (TTNA).
Penanganan spesimen sitologi atau sediaan apus
berbeda dengan penanganan jaringan histopatologi. Spesimen sitologi adalah
seluruh bahan bukan jaringan yang dikeluarkan dari tubuh manusia berupa cairan
tubuh, urine, produk tumor atau proses patologi, maupun feses. Spesimen
sitologi dikirimkan ke laboratorium PA untuk dilakukan diagnosis sitopatologi.
Sediaan sitologi berupa apusan lendir serviks atau vagina atau dikenal dengan
istilah pap smear dilakukan fiksasi dengan fiksasi basah, berupa perendaman
slide dengan alkohol 96% selama 30 menit.
Sediaan sitologi
berupa pemeriksaan sitologi non ginekologi FNAC berupa slide dilakukan fiksasi
sebanyak dua jenis fiksasi, yaitu fiksasi kering dan fiksasi basah. Fiksasi
kering yaitu spesimen dikeringkan di udara dan fiksasi basah yaitu perendaman
slide dengan alkohol 96%. Slide tersebut dapat dikirimkan ke laboratorium PA.
Sediaan sitologi
non ginekologi berupa urine atau cairan dari rongga tubuh, misalnya efusi
pleura dan asites, dapat dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi berupa cairan
dan difiksasi dengan alkohol 50% sebanyak 1:1. Sebagai contoh, jika ada 50 cc
cairan asites yang akan dikirim, maka perlu tambahan 50 cc alkohol 50% sebagai
cairan fiksatifnya, dan di campuran homogen. Setelah itu dilakukan pemberian
label pada pot dengan keterangan cairan fiksatif alkohol 50%.
Dampak fiksasi
yang tidak adekuat terhadap jaringan (histopatologi) dan sel (sitologi) adalah
adanya kerusakan jaringan pada saat pembacaan mikroskopis. Sel sel bisa berubah
bentuknya dan sulit dikenali, dapat pula menimbulkan kesalahan diagnostik pada
pemeriksaan imunohistokimia. Kesalahan dalam tahap pra analitik adalah
bersifat irreversibel dan
tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, menjadi sangatlah penting bagi dokter
klinisi melakukan fiksasi dan lamelasi jaringan secara sesuai pada tahap pra
analitik, sehingga kesalahan diagnostik dapat dihindari dan pemeriksaan
Patologi Anatomi dapat membantu penegakan diagnosis pasien secara akurat.
🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?🤗😎
Stay tune terus yah di akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨
➖➖➖➖➖➖➖➖
📸instagram : @hmjtlmpkm
👥Facebook : HMJ TLM PKM
📽Youtube : HMJ TLM PKM
📱Tiktok : HMJ TLM PKM
📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com
Selasa, 13 September 2022
KIMIA KLINIK
Pemeriksaan Kimia Klinik merupakan salah satu pemeriksaan yang sering dilakukan oleh petugas laboratorium khususnya yakni analis kesehatan maupun analis medik. Pemeriksaan kimia klinik sering diminta oleh para dokter untuk mendiagnosa suatu penyakit yang ada pada pasien.
Ada beberapa
jenis pemeriksaan kimia klinik
1. Glukosa Darah
Pemeriksaan glukosa darah dilakukan ketika seorang dokter mencurigai seorang pasien mengalami hipoglikemia atau yang disebut kekurangan glukosa dalam darah sehingga pasien dapat hilang kesadaran atau pingsan, atau pasien dalam keadaan hiperglikemia yakni keadaan dimana glukosa darah mengalami peningkatan.
2.
KOLESTEROL dan TRIGLISERIDA Pemeriksaan
kolesterol dilakukan oleh dokter untuk menentukan kadar kolesterol dan
trigliserida dalam darah pasien yang. biasanya untuk pasien yang mengalami
peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah akan mengalami
pegal-pegal di bagian punggung. Untuk kadar kolesterol dan trigliserida dalam
darah masing masing 200 mg/dl dan 200 mg/dl.
3. Pemeriksaan asam urat
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa apakah pasien mengalami asam urat atau tidak. biasanya pasien mengalami keluhan pada lutut atau pada kaki untuk penderita asam urat dan terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah. Nilai normal asam urat dalam darah adalah < 7,0 mg/dl.
4.
SGOT
Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase atau SGOT merupakan suatu enzim yang terdapat di dalam tubuh. SGOT ini umumnya ditemukan di jantung, ginjal otak, otot, dan hati (liver). Enzim ini bertugas membantu mencerna protein dalam tubuh.
Untuk melalukan pemeriksaan SGOT, tim meds akan mengambil
sampel darah pasien untuk diuji di laboratorium. Pada orang sehat, enzim ini
akan terlihat normal, kira-kira batas normalnya 5-40 µ/L (mikro per
liter). Namun, batas normal SGOT bisa berbeda-beda pada tiap orang. Semuanya
bergantung pada teknik dan prosedur yang dilakukan saat meneliti sampel darah.
🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?🤗😎
Stay tune terus yah di akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨
➖➖➖➖➖➖➖➖
📸instagram : @hmjtlmpkm
👥Facebook : HMJ TLM PKM
📽Youtube : HMJ TLM PKM
📱Tiktok : HMJ TLM PKM
📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com
Senin, 15 Agustus 2022
Hematologi
HEMATOLOGI
Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari
tentang darah dan kelainan pada darah, termasuk komponen darah, sumsum tulang,
dan sistem limfatik (getah bening), mengutip John Hopkins Medicine.
Hematologi merupakan subspesialisasi penyakit dalam. Hematologi bertujuan
memahami berbagai komponen darah,
bagaimana kelainan pada darah dapat terjadi, pengaruhnya terhadap kesehatan,
hingga cara menanganinya.
Pemeriksaan hematologi dibutuhkan bagi orang yang
dicurigai mengidap penyakit yang berhubungan dengan kelainan darah. Namun,
beberapa pasien kemoterapi juga memerlukan pemeriksaan ini untuk menguji
respons tubuh mereka.Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda menjalani tes
hematologi untuk memastikan beberapa penyakit berikut ini:
·
Peradangan
·
Anemia
·
Hemofilia dan gangguan pembekuan darah lainnya
·
Leukemia
·
Limfoma
·
Myeloma
·
Keganasan hematologi lainnya
1.
Jenis pemeriksaan hematologi
Terdapat beberapa jenis tes hematologi yang
dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis suatu penyakit, yakni:
1. Pemeriksaan darah lengkap (complete blood count/CBC)
Pemeriksaan darah lengkap,
disebut pula hematologi lengkap, merupakan pemeriksaan umum yang dilakukan
dokter untuk mendiagnosis atau memantau penyakit Anda. Pemeriksaan ini
juga biasa dilakukan untuk mendiagnosis anemia, kanker darah tertentu, penyakit
akibat peradangan (inflamasi) dan infeksi, hingga memantau kehilangan darah.CBC
dilakukan dengan pengambilan darah melalui vena untuk memeriksa kadar dan
karakteristik semua tipe sel darah, di antaranya:
·
Sel darah putih (leukosit)
·
Sel darah merah (eritrosit)
·
Trombosit (keping darah atau platelet)
·
Hemoglobin (Hb)
2. Waktu protrombin (prothrombin time/PT)
Pemeriksaan waktu protrombin, disebut juga waktu
protrombin parsial, merupakan tes yang dilakukan untuk mencari gangguan
perdarahan atau masalah
pembekuan darah. Tes ini juga dapat
memantau progres terapi antikoagulasi.
3. Tes enzim darah
Tes enzim darah terdiri dari berbagai jenis. Tes ini
biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah kadar enzim tertentu dalam darah dan
berguna untuk mendiagnosis kondisi kardiovaskuler, termasuk serangan
jantung.
4. Biopsi sumsum tulang
Meski bukan tergolong tes umum, biopsi sumsum tulang merupakan
tes yang juga dilakukan oleh seorang hematolog. Tes ini dilakukan dengan
melibatkan pengambilan sel dari sumsum tulang untuk menganalisis berbagai jenis
penyakit. Jenis penyakit yang bisa didiagnosis atau dipantau melalui
biopsi sumsum tulang antara lain anemia, trombositopenia, hingga beberapa jenis
kanker.
Sumber:https://www.sehatq.com/artikel/hematologi-ilmu-kedokteran-tentang-darah/amp
🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM ?🤗
Stay tune terus yah di akun sosial media kami✨🌹,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨
➖➖➖➖➖➖➖➖
📸instagram : @hmjtlmpkm
👥Facebook : HMJ TLM PKM
📽Youtube : HMJ TLM PKM
📧Email :hmjtlmpkm@gmail.com
📱Tiktok : hmjtlmpkm
Selasa, 26 Juli 2022
Parasitologi
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Salam sejahtera
bagi kita semua Shalom,om swastyastu,namo buddhaya dan salan kebajikan🙏✨Mau
tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?
Teman-teman
diseluruh indonesia Pada Hari Rabu 29 Juni 2022 Telah dilaksanakan salah satu program
kerja dari Depertemen Humas yaitu Media Publikasi dan Informasi (Blog) yang Berjudul
Parasitologi
Parasitologi adalah cabang ilmu kedokteran yang
mempelajari tentang semua organisme parasit. Seiring dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi, kini parasitologi tidak hanya terbatas mempelajari
organisme parasite meliputi: protozoa, helmint, arthropoda dan insekta,
baik yang zoonosis ataupun antroponis tetapi juga mencakup pengkajian terhadap
genetika, taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, patologi
dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Organisme parasite adalah
organisme yang hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu
merugikan organisme yang ditempatinya (hospes).
Infeksi Parasit
Infeksi parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh
masuknya parasit ke dalam tubuh. Parasit merupakan organisme yang membutuhkan
organisme lain sebagai sumber makanan dan tempat tinggal untuk bertahan hidup.
Parasit dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan
yang telah terkontaminasi, gigitan serangga, atau kontak seksual. Beberapa
contohnya meliputi giardia yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi,
toksoplasmosis yang ditularkan melalui hewan, dan malaria yang menyebar lewat
gigitan nyamuk. Beberapa penyakit atau infeksi akibat parasit bisa dengan
mudah ditangani. Namun ada juga kondisi yang sulit disembuhkan.Ukuran parasit
bervariasi. Ada protozoa yang sangat kecil dan hanya memiliki satu sel. Ada
pula cacing yang dapat dilihat dengan mata telanjang.Jika sedang bepergian,
minumlah air yang sudah terjamin kebersihannya dan konsumsi makanan yang telah
dimasak dengan baik. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi parasit.Hingga saat
ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi parasit. Namun beberapa
obat-obatan dapat menangani infeksi ini dengan efektif. Infeksi parasit
merupakan masalah besar pada daerah tropis dan subtropis. Infeksi ini lebih
umum ditemukan di negara terbelakang dan berkembang daripada negara maju.
1.
Penyebab Infekasi parasit:
Terdapat tiga jenis organisme yang menyebabkan
infeksi parasit, yakni:
1.
Protozoa
Merupakan organisme bersel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak di
dalam tubuh manusia.
2.
Cacing
Merupakan organisme bersel banyak yang dapat hidup di dalam ataupun di luar tubuh
manusia, seperti cacing pita dan cacing gelang.
3.
Ektoparasit
Merupakan organisme multisel yang hidup atau memakan kulit manusia, seperti
nyamuk, kutu, dan tungau.
Protozoa
dan cacing dapat menyebar melalui air, makanan, limbah, tanah, dan darah yang terkontaminasi
2.
Gejala
Infeksi Parasit
Gejala
infeksi parasit tergantung pada jenis parasit yang menyerang dan berkembang di
dalam tubuh. Sebagai contoh, trikomoniasissering kali tidak menimbulkan
gejala. Namun, pada beberapa kasus, dapat muncul gejala berupa iritasi, gatal,
dan kemerahan di kulit sekitar kelamin, serta keluar cairan yang tidak normal
dari kelamin.
Gejala
lain yang mungkin muncul akibat infeksi parasit meliputi:
·
Diare
·
Dehidrasi
·
Sakit
perut
·
Tinja
berminyak
·
Nyeri
otot
·
Pembengkakan
kelenjar getah bening
3.
Faktor
Risiko Infeksi Parasit
Infeksi
parasit dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terserang penyakit ini
lebih tinggi pada orang dengan faktor berikut:
·
Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh
·
Hidup
di area yang kekurangan pasokan air bersih
·
Memiliki
hewan peliharaan yang terinfeksi parasit atau tidak terjaga kebersihannya
·
Berenang
di sungai, danau, atau kolam yang kotor
·
Memiliki
pekerjaan yang melibatkan kontak dengan tinja, seperti pengasuh bayi atau anak
Pencegahan
Dilansir
dari Healthline, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi
risiko tertular infeksi parasit, diantaranya:
1.
Lakukan seks aman, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan
kondom
2.
Cuci tangan dengan benar secara teratur
3.
Masak makanan hingga matang sempurna
4.
Mengonsumsi air yang layak minum atau air dalam kemasan
5.
Hindari menelan air dari sungai, kolam, atau danau ketika berenang
Diagnonis
Infeksi
parasit dapat didiagnosis dengan beberapa cara berikut:
1.
Tes darah
2.
Uji sampel feses
3.
Endoskopi atau kolonoskopi, untuk memeriksa saluran usus jika hasil
uji feses tidak meyakinkan
4.
Sinar-X, MRI, atau CT scan, untuk memeriksa tanda-tanda cedera
pada organ akibat parasit
Sumber :https://www.sehatq.com/penyakit/infeksi-parasit/amP
https://amp.kompas.com/health/penyakit/read/2021/09/16/190000568/infeksi-parasit-
Stay tune terus yah di akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨
➖➖➖➖➖➖➖➖
📸instagram : @hmjtlmpkm
👥Facebook : HMJ TLM PKM
📽Youtube : HMJ TLM PKM
📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com
Musyawarah Besar XXI HMJ-TLM PKM: Bersama Bersinergi menuju Kehidupan Berlembaga yang Penuh Loyalitas dan Tanggung Jawab
Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar (HMJ-TLM PKM) Periode 2022-2023 telah mengad...
.png)
.png)