Senin, 15 Agustus 2022

Hematologi

 

       HEMATOLOGI

         Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang darah dan kelainan pada darah, termasuk komponen darah, sumsum tulang, dan sistem limfatik (getah bening), mengutip John Hopkins Medicine. Hematologi merupakan subspesialisasi penyakit dalam. Hematologi bertujuan memahami berbagai komponen darah, bagaimana kelainan pada darah dapat terjadi, pengaruhnya terhadap kesehatan, hingga cara menanganinya.

        Pemeriksaan hematologi dibutuhkan bagi orang yang dicurigai mengidap penyakit yang berhubungan dengan kelainan darah. Namun, beberapa pasien kemoterapi juga memerlukan pemeriksaan ini untuk menguji respons tubuh mereka.Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda menjalani tes hematologi untuk memastikan beberapa penyakit berikut ini:

·                     Infeksi 

·                     Peradangan

·                     Anemia 

·                     Anemia sel sabit

·                     Thalasemia

·                     Hemofilia dan gangguan pembekuan darah lainnya 

·                     Leukemia 

·                     Limfoma

·                     Myeloma

·                     Keganasan hematologi lainnya

1.                   Jenis pemeriksaan hematologi 

Terdapat beberapa jenis tes hematologi yang dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis suatu penyakit, yakni:

1. Pemeriksaan darah lengkap (complete blood count/CBC)


Pemeriksaan darah lengkap, disebut pula hematologi lengkap, merupakan pemeriksaan umum yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis atau memantau penyakit Anda. Pemeriksaan ini juga biasa dilakukan untuk mendiagnosis anemia, kanker darah tertentu, penyakit akibat peradangan (inflamasi) dan infeksi, hingga memantau kehilangan darah.CBC dilakukan dengan pengambilan darah melalui vena untuk memeriksa kadar dan karakteristik semua tipe sel darah, di antaranya:

·                     Sel darah putih (leukosit)

·                     Sel darah merah (eritrosit)

·                     Trombosit (keping darah atau platelet)

·                     Hematokrit

·                     Hemoglobin (Hb)

2. Waktu protrombin (prothrombin time/PT)

Pemeriksaan waktu protrombin, disebut juga waktu protrombin parsial, merupakan tes yang dilakukan untuk mencari gangguan perdarahan atau masalah pembekuan darah. Tes ini juga dapat memantau progres terapi antikoagulasi. 

 

3. Tes enzim darah 

Tes enzim darah terdiri dari berbagai jenis. Tes ini biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah kadar enzim tertentu dalam darah dan berguna untuk mendiagnosis kondisi kardiovaskuler, termasuk serangan jantung. 

 

4.                   Biopsi sumsum tulang




Meski bukan tergolong tes umum, biopsi sumsum tulang merupakan tes yang juga dilakukan oleh seorang hematolog. Tes ini dilakukan dengan melibatkan pengambilan sel dari sumsum tulang untuk menganalisis berbagai jenis penyakit. Jenis penyakit yang bisa didiagnosis atau dipantau melalui biopsi sumsum tulang antara lain anemia, trombositopenia, hingga beberapa jenis kanker.

 

Sumber:https://www.sehatq.com/artikel/hematologi-ilmu-kedokteran-tentang-darah/amp

 

 

 

 

 

 

 

🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM ?🤗

Stay tune terus yah di  akun sosial media kami🌹,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨

➖➖➖➖➖➖➖➖

📸instagram : @hmjtlmpkm

👥Facebook : HMJ TLM PKM

📽Youtube : HMJ TLM PKM

📧Email :hmjtlmpkm@gmail.com

📱Tiktok : hmjtlmpkm

Selasa, 26 Juli 2022

Parasitologi

 

Assalamualaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua Shalom,om swastyastu,namo buddhaya dan salan kebajikan🙏✨Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?

 

Teman-teman diseluruh indonesia Pada Hari Rabu 29 Juni 2022 Telah dilaksanakan salah satu program kerja dari Depertemen Humas yaitu Media Publikasi dan Informasi (Blog) yang Berjudul Parasitologi

Parasitologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kini parasitologi tidak hanya terbatas mempelajari organisme  parasite meliputi: protozoa, helmint, arthropoda dan insekta, baik yang zoonosis ataupun antroponis tetapi juga mencakup pengkajian terhadap genetika, taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, patologi dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Organisme parasite adalah organisme  yang  hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu merugikan organisme yang ditempatinya (hospes).

 

Infeksi Parasit

Infeksi parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya parasit ke dalam tubuh. Parasit merupakan organisme yang membutuhkan organisme lain sebagai sumber makanan dan tempat tinggal untuk bertahan hidup.

Parasit dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan yang telah terkontaminasi, gigitan serangga, atau kontak seksual. Beberapa contohnya meliputi giardia yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi, toksoplasmosis yang ditularkan melalui hewan, dan malaria yang menyebar lewat gigitan nyamuk. Beberapa penyakit atau infeksi akibat parasit bisa dengan mudah ditangani. Namun ada juga kondisi yang sulit disembuhkan.Ukuran parasit bervariasi. Ada protozoa yang sangat kecil dan hanya memiliki satu sel. Ada pula cacing yang dapat dilihat dengan mata telanjang.Jika sedang bepergian, minumlah air yang sudah terjamin kebersihannya dan konsumsi makanan yang telah dimasak dengan baik. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi parasit.Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi parasit. Namun beberapa obat-obatan dapat menangani infeksi ini dengan efektif. Infeksi parasit merupakan masalah besar pada daerah tropis dan subtropis. Infeksi ini lebih umum ditemukan di negara terbelakang dan berkembang daripada negara maju.

 

1.                 Penyebab Infekasi parasit:

Terdapat tiga jenis organisme yang menyebabkan infeksi parasit, yakni:

1.                  Protozoa
Merupakan organisme bersel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak di dalam tubuh manusia.

2.                  Cacing
Merupakan organisme bersel banyak yang dapat hidup di dalam ataupun di luar tubuh manusia, seperti cacing pita dan cacing gelang.

3.                  Ektoparasit
Merupakan organisme multisel yang hidup atau memakan kulit manusia, seperti nyamuk, kutu, dan tungau.

Protozoa dan cacing dapat menyebar melalui air, makanan, limbah, tanah, dan darah yang terkontaminasi

2.                 Gejala Infeksi Parasit

Gejala infeksi parasit tergantung pada jenis parasit yang menyerang dan berkembang di dalam tubuh. Sebagai contoh, trikomoniasissering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, dapat muncul gejala berupa iritasi, gatal, dan kemerahan di kulit sekitar kelamin, serta keluar cairan yang tidak normal dari kelamin.

Gejala lain yang mungkin muncul akibat infeksi parasit meliputi:

·                     Diare

·                     Dehidrasi

·                     Sakit perut

·                     Tinja berminyak

·                     Nyeri otot

·                     Pembengkakan kelenjar getah bening

3.                 Faktor Risiko Infeksi Parasit

Infeksi parasit dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terserang penyakit ini lebih tinggi pada orang dengan faktor berikut:

·                     Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh

·                     Hidup di area yang kekurangan pasokan air bersih

·                     Memiliki hewan peliharaan yang terinfeksi parasit atau tidak terjaga kebersihannya

·                     Berenang di sungai, danau, atau kolam yang kotor

·                     Memiliki pekerjaan yang melibatkan kontak dengan tinja, seperti pengasuh bayi atau anak

Pencegahan

Dilansir dari Healthline, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular infeksi parasit, diantaranya:

 

1.                  Lakukan seks aman, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan kondom

2.                  Cuci tangan dengan benar secara teratur

3.                  Masak makanan hingga matang sempurna

4.                  Mengonsumsi air yang layak minum atau air dalam kemasan

5.                  Hindari menelan air dari sungai, kolam, atau danau ketika berenang

Diagnonis

Infeksi parasit dapat didiagnosis dengan beberapa cara berikut:

1.                  Tes darah

2.                  Uji sampel feses

3.                  Endoskopi atau kolonoskopi, untuk memeriksa saluran usus jika hasil uji feses tidak meyakinkan

4.                  Sinar-X, MRI, atau CT scan, untuk memeriksa tanda-tanda cedera pada organ akibat parasit

 

Sumber :https://www.sehatq.com/penyakit/infeksi-parasit/amP

https://amp.kompas.com/health/penyakit/read/2021/09/16/190000568/infeksi-parasit-

 

Stay tune terus yah di  akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨

➖➖➖➖➖➖➖➖

📸instagram : @hmjtlmpkm

👥Facebook : HMJ TLM PKM

📽Youtube : HMJ TLM PKM

📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com

Kamis, 14 Juli 2022

Bakteriologi dalam Bidang Kesehatan

 

Assalamualaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua Shalom,om swastyastu,namo buddhaya dan salan kebajikan🙏


Bakteriologi dalam bidang kesehatan baik dalam tubuh manusia ataupun objek, seperti air dan makanan. Kemajuan awal yang dicapai oleh bakteriologi adalah berhasil mengidentifikasi karakter bakteri yang terkait dengan penyakit tertentu. Kini, sebagian besar penyakit bakteri pada manusia sudah teridentidikasi, meskipun varian lainnya terus berkembang dan kadang-kadang muncul, seperti penyakit Legionnaire, tuberkulosis dan sindrom syok toksik.

 

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa bakteri adalah mikroorganisme sel tunggal yang tidak memiliki membran nuklir, aktif secara metabolik dan membelah diri dengan pembelahan biner. Secara medis, mereka adalah penyebab utama penyakit. Bakteri kadang kala terlihat seperti bentuk kehidupan yang relaltif sederhana. Padahal pada kenyataannya, mereka sangat canggih dan mudah beradaptasi. Banyak bakteri bisa berkembang biak dengan kecepatan tinggi dan beberapa spesies bisa memanfaatkan beragam substrat hidrokarbon, termasuk fenol, karet dan minyak bumi.

 

Faktanya, sebagian besar bakteri tidak menyebabkan penyakit dan bahkan dapat membantu untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Bakteri jenis tersebut juga dikenal dengan sebutan "bakteri baik". Selain itu, terdapat bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi dan penyakit, disebut dengan bakteri patogen.

 

Bakteri yang membawa dampak buruk pada tubuh dapat masuk dan berkembang biak, serta membunuh bakteri sehat yang ada. Selain itu, bakteri patogen tersebut dapat tumbuh di jaringan yang steril. Ketika hal tersebut terjadi, bakteri akan menyebarkan racun yang dapat menyebabkan penyakit.

Adapun Beberapa penyakit yang disebabkan bakteri dan butuh pemeriksaan bakteriologi adalah:

1. Meningitis

Meningitis adalah peradangan selubung pada pelindung otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri. Sakit kepala yang parah adalah gejala meningitis yang paling sering terjadi. Penyakit ini dapat dideteksi melalui pemeriksaan bakteriologi. Selain itu, meningitis dapat diobati dengan mengonsumsi antibiotik.

sumber gambar : https://images.app.goo.gl/2V8Ajb2VLCatKNRH9

2.Infeksi Staph

Pemeriksaan bakteriologi juga dapat mendeteksi infeksi staph. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Bakteri tersebut mempunyai daya resistansi terhadap obat yang mengandung penisilin. Bakteri tersebut dapat menginfeksi tulang, sendi, katup jantung, dan paru-paru.

3. Kolera

Kolera adalah penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae dan dapat didiagnosis dengan pemeriksaan bakteriologi. Kolera adalah penyakit bawaan makanan yang umumnya disebabkan melalui makanan dan air yang telah terkontaminasi. Penyakit ini umumnya terjadi pada daerah dengan sanitasi buruk. Seseorang yang mengidap kolera dapat diobati dengan mengonsumsi antibiotik.


Sumber gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRavB7fIDEpih8qrN06deMxQU8kprtmjEHW6w&usqp=CAU


4. Disentri

Penyakit disentri adalah peradangan usus yang disebabkan oleh bakteri. Penyebab dari disentri mirip dengan kolera, yaitu melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Penyakit tersebut juga disebabkan oleh seseorang yang tidak mencuci tangan setelah buang air. Gejala yang timbul dari disentri adalah diare berdarah, demam, dan nyeri. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi antibiotik.

Sumber gambar : https://images.app.goo.gl/VdcBrX8aLN16qsGM6

Itulah beberapa penyakit yang dapat dideteksi oleh pemeriksaan bakteriologi.

 


SUMBER :

https://www.halodoc.com/kesehatan/bakteriologi

https://www.halodoc.com/artikel/inilah-7-penyakit-yang-perlu-pemeriksaan-bakteriologi



...................................................

🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?🤗😎

Stay tune terus yah di  akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨

➖➖➖➖➖➖➖➖

📸instagram : @hmjtlmpkm

👥Facebook : HMJ TLM PKM

📽Youtube : HMJ TLM PKM

📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com

Musyawarah Besar XXI HMJ-TLM PKM: Bersama Bersinergi menuju Kehidupan Berlembaga yang Penuh Loyalitas dan Tanggung Jawab

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar (HMJ-TLM PKM) Periode 2022-2023 telah mengad...